Mari Belajar Berhijrah
Hello everyone how's life?? Great Excellent Yeah dong pastinya
Oke, kali ini saya mau menuliskan pengalaman saya dalam mendalami agama Islam
Perkenalkan saya Achmad Zain Sapto Aji, saya hidup dilingkungan ya boleh dikata 40:60, 40% bagian dari umat muslim, 60% masyarakat minoritas, Alhamdulillah orang tua saya mendidik saya dan kakak saya dengan sangat-sangat baik, saya mulai dikenalkan untuk mendalami agama Islam dimulai saat saya masuk Madrasah Ibtidaiyah, berlanjut sampai Madrasah Aliyah, dan itu masih sedikit di bimbing dirumah.
Tetapi saat saya kelas 11-12 Aliyah, kalo saya menilai dari pandangan saya yang sekarang, masa itu adalah masa dimana saya sedikit melenceng dari apa yang telah diajarkan oleh orang tua saya, di masa itu juga saya mulai sedikit demi sedikit bolong sholat wajib, sholat Sunnah gak pernah, ngaji Al-Qur'an juga kalo kepingin, malah nunggu di suruh terlebih dahulu baru ngaji. Dan pada masa itu juga saya merasa kalo hidup saya banyak berubah nya, mau apa-apa jadi malas. Ya mungkin saya waktu itu sudah terlalu jauh dari Allah.
Setelah lulus dari Aliyah, saya kenal dengan seseorang, dimana orang itu agamanya boleh dibilang sangat rajin, tekun, pendiriannya cukup tinggi. Dari situlah saya mulai tertarik dengan orang tersebut, dan orang tersebut merespon dengan baik.
Satu tahun kenal, saya tetep sama seperti pada saat saya masih Aliyah, ditahun kedua kenal dengan seseorang tersebut, saya mulai iri dengan dia. Dimana pernah saya sekali lempar kan gombalan-gombalan buaya, dan di jawab "perbaiki diri dulu aja, terus dekati dan cinta i Allah, lalu kalo dirasa sudah cukup mampu, baru dekati ciptanya, kita sama² perbaiki diri dulu oke?". Dari situ saya bener² terketuk untuk memperbaiki diri, awalnya niatnya agar bisa ngimbangi dia. Lama-kelamaan sadar bahwa niat lillahi ta'ala itu lebih mudah, enteng, dan gak mulu-mulu overthinking.
Dan bismillah saya berniat untuk bisa Istiqomah dalam setiap beribadah, beribadah karena lillahi ta'ala, bukan karena urusan dunia lainnya. Dan saya semua menyerahkan semua kepada Allah, dari jodoh, mati, dan harta. Karena saya yakin Allah pasti kan berikan yang terbaik untuk hambanya yang rajin dan tekun dalam beribadah.
Semakin besar cinta kita ke Allah, semakin besar pula cinta Allah ke hambanya. Disini ibadah saya memang belum sempurna, banyak kurangnya juga, dan saya masih sangat" perlu lagi belajar mendalami agama Islam, tetapi saya disini mengajak anda para pembaca buat berhijrah, memperbaiki diri buat masa depan, dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya :).
Komentar
Posting Komentar